8 Tradisi Kejam Di Berbagai Suku Dijalani Para Wanita
![]() |
8 Tradisi Kejam Di Berbagai Suku Dijalani Para Wanita8 Tradisi Kejam Di Berbagai Suku Dijalani Para Wanita |
1. Dikubur di dalam pasir
Ketika seorang gadis mendapatkan haid untuk pertama kali, keluarga si gadis akan menyambutnya dengan sangat gembira dan mengumumkan kepada seluruh anggota suku. setelah mengumumkan kepada anggota suku di daerah california dan para tertua suku mengatur sebuah prosesi untuk menyambut kedawasaan si gadis dan si gadis akan di kubur ke dalam pasir pada tengah hari dan suhu yang sangat panas pula. Bagaimana pun sebuah ritual tersebut di jalani si gadis harus tetap bangga. sebab dengan penguburan diri ini kekuatan dan ketangguhannya sebagai wanita akan diakui oleh seluruh anggota suku Selain dikubur didalam pasir, si gadis harus mendengarkan berbagai nasihat dari wanita lebih tua di sukunya mengenai fisiologis tubuhnya, perilaku yang pantas untuk menempuh tahap selanjutnya dalam kehidupan menjadi seorang istri yang baik. setelah mengikuti ritual si gadis bener-bener dianggap sebagai wanita dewasa.
2. Dibakar dan digigit semut beracun
Begitu sudah mendapatkan haid untuk pertama kalinya, gadis suku carib harus menjalani rangkaian ritual dimana ia akan mendapatkan luka bakar serius dan tersengat racun. ritual ini merupakan bagaian dari ujian sebagai seorang wanita dewasa. si gadis dipaksa memegang gumpalan kapas yang terbakar dan menahan sakit sampai waktu yang di tentukan. bukan hanya luka bakar yang serius yang akan di rasakan si gadis tetapi ritual selanjutnya si gadis harus merasakan gigitan semut beracun yang sangat menyakitkan ini dengan mengenakan kain penutup tubuh dari sejenis tikar didalamnya dipenuhi dengan semut beracun. berbagai ritual di jalani si gadis baru di nyatakan si gadis menjadi kuat dan berani.
3. Setrika dada, Kamerun
wanita di belahan dunia memiliki payudara yang menonjol dengan indah. tetapi di negara kamerun justru tidak di akui secara terbuka. gadis-gadis dikamerun secara budaya tradisional harus menjalani proses dimana dada mereka di setrika agar jadi benar-benar rata dan mengenakan sejenis korset untuk semakin menyamarkan bentuk dadanya. dengan cara mengunakan batu, palu, spatula logam, atau kayu yang sudah di panaskan terlebih dahulu sebelum di tarukkan ke dada sang wanita.jadi dengan dada yang rata para wanita akan terhindar dari pelecehan dan tampak lenih terhormat. para ibu nekat menyetrika dada putri mereka sendiri karena mereka tak ingin putri mereka menarik perhatian kaun pria pada usia dini dan mengalami kehamilan diluar nikah
4. khitan perempuan suku sabiny, uganda
Dalam suku sabiny, bagian klitoris wanita dipotong sebagian bahkan kadang klitoris dipotong seluruhnya. dengan alasan dengan tak adnya klitoris hasrat seksual wanita nerkurang. jadi dia akan selalu setia kepada suaminya kelak dan tidak memiliki perilaku 'liar' diranjang (yang dianggap memalukan).Pada saat khitan berlangsung, perempuan yang menjalaninya harus menahan rasa sakit luar biasa ketika klitoris disayat. jika berhasil melaluinya, dipercaya si perempuan nanrtinya sanggup menahan rasa sakit saat melahirkan anak-anaknya kelak dan melalui berbagai cobaan dalam hidup.
5. penyayatan perut, nigeria
suku tetnis tiv di nigeria bagi wanita yang pertama kali mendapatkan haid tersebut harus mengikuti ritual perut si gadis disayat dengan beberapa goresan luka berbentuk garis memanjang dan rasanya pasti sangat menyakitkan karna tanpa obat bius atau tindakan medis untuk pencehan infeksi dan ini lah yang harus dijalankan para wanita menuju kedewasaan. seorang gadis baru disebut wanita sejati karena sudah memiliki empat bekas sayatan di perutnya dan kelak mereka mendapatkan jodoh yang baik.
6. Dipaksa berendam di laut saat haid
Suku pribumi nootka di kepulauan vancouver juga punya ritual menyakitkan yang harus dijalani para wanita yang baru memasuki kedewasaan. Ketika seorang gadis mendapatkan haid untuk pertama kali atau 'menarche' menurut istilah suku tersebut. salah seorang tetua wanita dari suku tersebut membawa sigadis ke laut dan kemudian meninggalkannya seorang diri berendam di tengah air laut dalam keadaan terlanjang untuk beberapa hari untuk menguji kekuatan fisiknya. pada saat ujian berakhir seringkali si gadis sudah tak kuat berdiri, apalagi mengangkat tubuhnya keluar dari air. kalau sudah mengikuti ujian tersebut si gadis akan disoraki anggota suku lainnya karena sudah berhasil medlewati tantangan dan siap menjadi seorang wanita dewasa.
7. Diasingkan selama tiga bulan
Suku ngoni yang berasa daei daerah pedalaman negara malawi8 memiliki tradisi seorang gadis yang memasuki kedewasaan harus diasingkan di sebuah area terpencil seorang diri dalam waktu tiga bulan. wajah dan tubuhnya olesi dengan tepung putih yang menandakan pemisahan fisik dan rohani masyarakat dimana dia tinggal dan menjalani ujian berikut si gadis diminta duduk telanjang di dalam sungai atau danau selama beberapa waktu sampai salah satu wanita tertua suku memperbolehkan dia keluar dari pengasingan dan memulai hidupnya menjadi wanita sejati.
8. Lari pada saat Haid
suku navajo berasal dari amerika bagian utara dan suku pribumi indian apache. begitu mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya, perempuan dari suku navajo harus mengikuti sebuah lomba lari dan mengenakan pakaian tradisional dari kulit rusa yang sangat berat. selama empat hari berturut-turut gadis ini selama keadaan haid dan harus bangun pagi saat matahari terbit berlari menuju arah datangnya matahari terbit. pada saat malam hari perempuan tersebut harus duduk di selonjor sepanjang malam dan keesokan harinya ia harus membuat kuer dari tepung jagung yang sangat besar untuk disajikan keseluruh anggota suku. itulah tradisi menyakitkan yang harus dijalani sebagaian perempuan disuku tersebut.


No comments:
Post a Comment